PHP

Nyaring bunyi tiktok pukul enam. Sejak semalam puisi lupa jam tidurnya. Lalu pagi adalah semangkuk sereal dengan susu bubuk kemasan. Tiang listrik bersenandung dengan burung-burung kecil yang hinggap di kabel-kabelnya.

Aku masih mengawang. Seperti bunga tidur yang enggan melepas kesunyian malam. Tapi jam dinding menuntut sebuah ketergesaan. Langkah panjang menyusuri terik mentari. Koridor adalah lintasan menuju kepastian.

Di sebuah ruangan aku terlantar sepi. Menerka-nerka seluruh kejadian. Kemudian seorang wanita melempar senyum tipis sembari berkata, “hari ini tidak jadi bimbingan”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s