Bagaimana kalau pada akhirnya…

Bagaimana kalau pada akhirnya aku adalah daun-daun gugur di tepi jalan yang menemani langkah-langkah gontaimu?

Bagaimana kalau pada akhirnya aku adalah senar gitar yang melengkapi nada-nada minormu?

Bagaimana kalau pada akhirnya aku adalah kepulan asap kretek yang kausesap di tiap harimu?

Bagaimana kalau pada akhirnya aku adalah kedai kopi favorit yang menjadi rumah untuk kepenatanmu?

Dan bagaimana kalau pada akhirnya aku yang paling mencintaimu hilang ditelan kewarasanku?

Lalu yang tersisa hanyalah hampa dan sesal yang kerap menghantui sunyi malam-malammu.

Advertisements

5 thoughts on “Bagaimana kalau pada akhirnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s