Jalanan dan Perasaan

Di jalanan lengang ini, aku seperti menyusuri lorong waktu. Angin yang menerpa wajahku, temaram lampu jalan, juga langit-langit kelam masih sama seperti malam itu.

Tapi hari ini ada yang berbeda. Tidak ada terang bintang-bintang dan tidak ada kamu. Semuanya terasa hampa. Pun rindu yang memang tak ada guna.

Aku hanya ingin mengingatkan. Rindu itu repetitif. Ia ada dalam lagu-lagu kesukaanmu, rintik hujan, aroma parfum, dan jalan-jalan yang pernah kau dan dia lalui.

Ya. Seperti sekarang. Aku dan gejolak yang tak bisa dilawan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s