Kelak

Aku mencatat segala lara yang pernah hidup dalam dadaku. Mengemasnya menjadi buku harian yang kelak akan kau baca ketika aku tinggal nama. Kemudian di saat itulah kau juga rasakan kepedihan menggerogoti jantungmu tatkala kalimat-kalimat itu meneriaki namamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s