Sebuah Pilihan Untuk yang Ditinggalkan

Barangkali kau tak tahu rasanya. Ketika seseorang terlampau lama berkawan dengan sepi, lalu tersentuhlah inti jantungnya oleh sosok yang tidak pernah diduga. Harapan-harapan begitu manis sampai ditinggalkanlah ia dengan tanpa sepatah kata.

Kau boleh bilang ia bersalah. Menutup logika dan menaruh harap terlalu tinggi pada manusia. Tapi apa yang bisa dilakukan dengan jatuh hati yang tiba-tiba? Kau tak berpikir ini sepele, bukan? Lagipula tak ada satu pun yang mampu melawan gejolaknya.

Sejak itu, keheningan di antara mereka cukup panjang. Semacam sebuah jembatan yang terbuat dari ego masing-masing. Tapi ia-yang ditinggalkan, pernahkah kau tahu perasaannya? Betapa kesedihan nampak benar di matanya. Walaupun senyum tak pernah hilang dari wajahnya.

Setiap malam ia meratap pada kekecewaannya. Bersedih akan sebuah keputusan. Menurutmu apa yang bisa diharapkan dari seorang yang dikoyak-koyak perasaannya? Tidak ada. Ia hanya mampu menulis kalimat-kalimat bijak untuk menghibur dirinya.

Aku pernah patah hati. Kau pun pasti pernah merasakannya. Seberapa sering patah hatimu? Sekali? Dua kali? Ahh..tak peduli sekali-dua kali. Yang namanya patah ya patah. Sakit. Perih. Benar, kan?

Tapi sudahlah. Toh setiap manusia bisa menjadi keparat. Aku, kamu, dia, ataupun mereka. Sebab hidup adalah persoalan memilih. Menetap atau pergi. Meratap atau bangkit. Mendendam atau ikhlas. Tentukanlah!

Advertisements

3 thoughts on “Sebuah Pilihan Untuk yang Ditinggalkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s